Revolusi Diri, Perubahan Diri Untuk Meningkatkan Kualitas Hidup
![]() |
| Rekayasa Gambar, Sumber Gambar : Google |
Revolusi diri bukan sekadar ganti gaya hidup. Revolusi diri lebih menekankan bahwa semua tanggungjawab pribadi, kita ambil alih kendali, bongkar pola lama, bangun versi baru dari diri kita. Sakit di awal, tapi hasilnya permanen.
Terdapat tiga tahap untuk melakukan revolusi diri :
1. Bedah Dulu - "Sadar Pahit"
Revolusi mulai saat kamu jujur sama diri sendiri. Tanyakan kepada diri kita sendiri, kebiasaan apa yang 5 tahun terakhir membuat hidup kita stuck? Rasa takut apa yang paling sering menahan langkah kita ?
Untuk menjawab secara jujur, kita tidak usah menyalahkan orang dan atau situasi. Fokus pertama hal yang paling bisa kita ubah adalah hari ini. Sadar bahwa 50% harus menuju pada kemenangan pada hari ini juga. Bergelut untuk mengatasi rasa malas, bergelut untuk mengatasi rasa jenuh, lelah dan lainnya sebagainya kondisi negatif. Pada hari ini kita harus menang setidaknya 50% dari usaha kita untuk mengatasi kondisi negatif yang ada di dalam diri kita tersebut.
2. Bongkar Pasang - "Disiplin"
Ganti satu kebiasaan buruk dengan menanam satu kebiasaan baru. Otak tidak suka ruang kosong.
Contoh: Ganti kebiasaan scroll HP 1 jam setiap pagi, dengan berjalan kaki selama 15 menit untuk kesehatan dan tulis jurnal minimum 3 baris untuk perencanaan yang lebih mengarahkan tindakan kita sepanjang hari ini.
Kuncinya adalah "disiplin kecil" berupa sikap konsisten, tidak pakai nego, tawar-menawar keadaan dengan seribu alasan. Memiliki prinsip kuat, tidak ada "jatuh bangun", yang ada adalah "data" Jatuh dan data untuk memperbaiki sistem.
3. Pertahankan - "Lingkungan Baru"
Jika kita ingin berkembang, pastikan kita tidak akan pernah bertahan di lingkungan lama yang tidak membuat diri kita bertumbuh. Ganti circle, ganti konten yang kamu konsumsi serta ganti target. Kalau temen kita isinya hanya keluhan, pastinya kita juga ikut mengeluh. Kalau konten yang kita konsumsi berisi self-growth, pasti otak kita ikut upgrade. Ingatlah bahwa, kita merupakan bagian dari rata-rata 5 orang terdekat dengan 5 konten yang paling sering kita lihat.
Hukum Revolusi Diri
1. Tidak Ada Momen Yang Sempurna
Dalam kehidupan sehari-hari, tidak ada satupun momen yang "pas"*. Kita dalam menjalankan kehidupan keseharian tidak akan pernah memiliki kesiapan 100%. Oleh sebab itu, akan lebih baik apabila kita mulai saja hari ini dengan 60% versi diri kita sendiri. 40% lainnya versi menurut perencanaan yang telah kita susun.
Jadi jikalau 40% dari perencaan yang telah kita susun ternyata tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, setidaknya kita tidak mengalami kekecewaan, sebab kita masih memiliki 60% versi keyakinan diri kita yang lebih besar daripada perencanaan yang telah kita susun. Bersyukur apabila 40% perencanaan yang telah kita susun ternyata membuahkan hasil seperti apa yang kita bayangkan, tentu hal ini menjadi prestasi tersendiri dan merupakan 100% kesempurnaan dan kesuksesan hidup kita pada hari ini.
2. Pola kan Identitas Menjadi Sebuah Target
Jangan katakan "aku mau kurus", tapi katakan, "aku orang yang selalu dapat menjaga kesehatan". Jika identitas berubah, kebiasaan pun akan ikut berubah.
3. 'Bosan' Tanda Yang Baik
Artinya kita sudah melewati fase euforia atas hidup kita sebelumnya, yang kita anggap telah usang dan membosankan. Fase, dimana kita merasa jenuh dengan hal yang sama yang kita hadapi setiap harinya. Disinilah kesempatan kita untuk keluar dari kejenuhan, menuju fase baru, yakni fase perubahan untuk diri kita bertumbuh.
Revolusi diri itu layaknya kita membangun sebuah rumah. Dimana kita telah memikirkan anggaran untuk perubahan, memiliki energi, semangat untuk berubah, dan support sistem dari lingkungan yang baru. Dengan demikian kita akan memiliki kebiasaan baru serta lingkungan yang baru.
Sama halnya dengan membangun sebuah rumah, melakukan sebuah perubahan hidup tidak harus sekaligus. Bukankah sebuah bangunan rumah dibangun dengan tiap tumpukan batu yang diletakan secara sempurna hari demi hari, sehingga di satu waktu tertentu terbentuklah sebuah bangunan rumah sesuai dengan apa yang telah kita rencanakan. Tentunya hal ini merupakan bagian dari terwujudnya impian kita di masa lalu.
Teruslah bertumbuh dengan selalu melakukan evaluasi diri. Melakukan perubahan hidup sah-sah saja sepanjang perubahan tersebut dapat membawa dapak positif yang signifikan dan dapat membawa kebaikan dalam hidup kita agar tetap dapat bertumbuh.
Perubahan hidup yang kita lakukan tentunya bukan saja bertujuan hanya untuk diri kita sendiri, akan tetapi juga untuk orang-orang yang kita sayangi, bahkan jika memungkinkan perubahan hidup kita dapat dirasakan dampaknya oleh khalayak, secara langsung, maupun tidak langsung. (PS)

Komentar
Posting Komentar